Breaking News
Home / Uncategorized / Puisi Ibu dan Ayah yang Menyentuh Hati Oktober 2019

Puisi Ibu dan Ayah yang Menyentuh Hati Oktober 2019

Ibu serta Ayah ialah ke-2 orangtua kita, layanan jasa dan pengorbanan pada kita tidak bisa dibalas berbentuk apa pun, kita jadi anak selalu harus mengucap terima kasih pada ibu serta ayah kita. tanpa ada mereka berdua kita tidak bisa semacam ini, karena pengorbanannya, kita bisa memperbedakan mana yang baik serta mana yang jelek.

Ibu serta ayah adalah dua figur manusia yang benar-benar istimewa dalam kehidupan kita, merekalah tempat kita berkasih mencurahkan keluhan yang dirasakan, Ayah ialah seseorang kepala keluarga yang bertanggungjawab dan membuat perlindungan, dialah jadi tulang punggung keluarga cari rezeki untuk menghidupi keluarga, serta Ibu ialah seseorang wanita yang lemah lembut tetap iklas menjaga kita, sabar tetap hadapi saat kita jadi anak yang kadang bandel padanya, kasih sayangnya tidak pernah surut walaupun dalam kondisi apa pun. karena itu jangan pernah mereka bersedih sebab sikap serta tindakan kita.

Sayangilah ibu serta ayah jangan melakukan perbuatan suatu hal yang menyakiti hatinya karenanya adalah satu tindakan tercela, yang datangkan dosa besar. jangan pernah mereka bersedih sebab tingkah serta sikap yang tidak terpuji kita kerjakan. cinta serta sayangilah mereka sebagimana mereka menyukai kita. sekurang-kurangnya dengan hal ini, bisa membuat hatinya suka sebab cinta kasih kita pada mereka.

Mungkin demikianlah selintas mengenai ibu serta ayah topik puisi dikesempatan ini, yakni puisi ibu serta ayah yang sentuh hati. adapaun masing masing judul puisinya diantaranya. Bagaimana narasi serta arti puisi dari ke empat puisi ibu serta ayah yang sentuh hati itu, untuk lebih detilnya silakan dibaca saja puisinya satu-satu di bawah ini.

Sajak si Mbok
Puisi ayahku perkasa serta kuat
Puisi puisi ayah saya kangen
Puisi bapak ibuku yang kusayang

Sajak untuk Si Mbok
Oleh: Ulianisa Apriliani
Mbok, lihatlah diri kamu yang tersemat lara
Tidak berasa saat sudah merenggut yuana
Suraimu yang dahulu hitam semakin menghilang beganti putih
Wajah laksmi yang ayu sekarang merunyut
Raga yang langkai semampai sekarang layuh lemai
Senyuman yang dahulunya pukau jadi seringai getir

Mbok, bangunlah
Jangan sampai terus berteman dengan pembaringan
Lihat anak cucumu
Hari esok mereka berlalu demikian saja tanpa ada kau tahu
Mana Restu serta Petuah Sucimu yang hangat melekap
Bagaimana kau dapat nikmati indahnya senjamu
Bila kau tetap menudung diri selama waktu

Mbok, perlu pedulikan keranda yang hiasi pintu pusara
Telah berkenankah engkau bila jasadmu dimandikan
Mustaidkah engkau dililit kain kafan
Dipikul serta diarak ke arah pesanggrahan paling akhir
Dipuji nyenyat serta sepi
Tegakah engkau mewariskan cedera demikian saja pada kami
Mbok, bila saja engkau ingin untuk sesaat saja siuman
Serta izrailpun malas

Ayahku perkasa serta kuat
Rifqi Nadim Ukail
Ia pahlawanku..
Super heroku..
Ia biasa saja tetapi perkasa..
Serta ia lebih kuat dari seseorang pemimpim..
Saya bangga..
Saya takjub..
Saya memberikan pujian pada beliau bapakku..

Yang dicarinya yang tetap halal.
Sebab saya tahu itu kerjanya..
Walaupun kurang..di ajarkan kami untuk masih cukup..
Walaupun tidak punyai di ajarkan kami untuk sabar sampai punyai.

Dialah manusia tangguhku.
Mudah-mudahan beliau dipanjangkan umurnya.
Disehatkan badannya.
Di mudahkan jalan perjuangannya.
Dimurahkan rizkinya.
Amin..
Untuk bapak..

AYAH AKU RINDU
Khadijah Anwar
Waktu paling akhir saya melihatmu
Kau cuma berbaring sekalian tutup mata
Saya coba membangunkanmu tetapi tidak dapat
Saya lihat mama menangis memelukku
Waktu itu saya belum pahami apa pun
Saya cuma bingung kenapa beberapa orang membalutmu dengan kain putih yang saya anggap waktu itu cuma selimut

Saya coba teriak ditelingamu
Tetapi beberapa orang tetap berupaya menghindarkanku darimu
Saya coba mengejarmu waktu beberapa orang sudah membawamu pergi entahlah ke mana
Tetapi mama merangkulku
Sampai saya demikian sulit bernafas

Saat ini waktu sudah berlalu,,
Sangat banyak waktu yang kulalui tanpa ada diri kamu ayah, saya kangen kepadamu
Tetapi cuma pusara bisa kupeluk saat mengingatmu,

Bapak ibuku yang kusayang
Latifah Syafitri
Setiap waktu kau menyayangiku sampai capek tidak kau rasakan
Engkau seperti oksigen yang setiap waktu jadi penyejuk jiwaku

Bapak kaulah orang yang tetap melindungiku
Ibu kaulah permata serta penyemangatku
Serta sekarang ibu serta bapak harus merelakanku
Untuk kebahagiaanku, jalani kehidupan baruku

Bapak ibu, saya sayang kalian.
Saya ingin tetap bersama dengan
Tetapi sekarang waktunya, saya harus berpisah
untuk kehidupanku, membenahi keluarga baru kecilku

Selalulah selalu berbakti pada ibu serta ayah atau ke-2 orangtua . Sebab pengobanan merekalah kita bisa semacam ini, kasih sayang serta cinta merekalah yang mengagumkan pada kita, hingga kita bisa kenal kasih sayang serta cinta. mudah-mudahan kita temasuk golangan anak yang berbakti pada ibu serta ayah kita.

Demikian puisi ibu serta ayah yang sentuh hati. Baca/simak juga puisi ibu serta ayah lainnya di website ini, mudah-mudahan ke empat puisi mengenai orangtua diata bisa menghibur serta berguna. Sampai jumpa diartikel seterusnya. Masih di website memerhatikan/membaca puisi yang kami up-date. Terima kasih telah bertandang.

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *